Keterbatasan kapasitas produksi aluminium dalam negeri di tengah meningkatnya kebutuhan nasional mendorong perlunya penguatan industri aluminium. Di tengah tantangan tersebut, produsen aluminium nasional mulai mencatatkan kinerja positif.
Dalam konteks tersebut, kinerja produsen aluminium nasional menjadi cerminan arah penguatan industri aluminium, terutama dalam menjaga pasokan dan keandalan produksi. Peningkatan kapasitas dan efisiensi operasional menjadi tolok ukur penting dalam menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Menjawab tantangan tersebut, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) mencatatkan kinerja kuat sepanjang 2025. Memasuki usia emas 50 tahun, INALUM menorehkan rekor produksi tertinggi sepanjang sejarah sejak perusahaan ini berdiri dekade silam sebesar 280.082 metrik ton, dengan penjualan mencapai 280.141 metrik ton.
Direktur Utama INALUM Melati Sarnita menilai capaian tersebut sejalan dengan konsistensi perusahaan dalam memberi kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.
“Lima puluh tahun menjadi penanda bahwa INALUM terus bertumbuh bersama Indonesia. Sejak awal berdiri, INALUM hadir sebagai industri pengolahan aluminium yang memanfaatkan energi hijau, dan hingga hari ini tetap berkomitmen memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional serta manfaat bagi masyarakat,” ujar Melati dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).
Fondasi Kuat Industri Aluminium Nasional
Didirikan pada 6 Januari 1976 sebagai perusahaan patungan Indonesia-Jepang, INALUM sepenuhnya menjadi milik Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 2013, kemudian pada rentang waktu 2017-2023 berperan ganda sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia dan INALUM Operasional Peleburan. Sejarah menjejak baru ketika 2023, INALUM resmi menjadi bagian dari Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID (Mining Industry Indonesia) menjalankan aturan dari PP No. 45 dan 46 tahun 2022.
Penerapan inovasi berkelanjutan, penguatan efisiensi operasional, strategi bisnis yang adaptif, serta komitmen Insan INALUM dalam merespons dinamika industri aluminium global. Hal tersebut akhirnya mulai terlihat dari INALUM yang mulai melengkapi hilirisasi bauksit-alumina-aluminium melalui Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) dan SGAR II di Mempawah. Hasilnya, pencapaian tertinggi produksi dan penjualan sepanjang sejarah.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Rekam jejak tersebut menegaskan posisi INALUM sebagai produsen aluminium nasional yang andal dan berdaya saing. Menjadi wajah dari industri pengolahan komoditas aluminium yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Ke depan, INALUM akan melaksanakan berbagai inisiatif strategis sebagai penguatan industri aluminium terintegrasi guna mendukung kebutuhan nasional.
Komitmen Sosial dan Peran Strategis INALUM
INALUM tak luput ambil bagian dalam pemberdayaan masyarakat. Dua Proper Emas dan Satu Proper Hijau menjadi pembuktian perusahaan dalam komitmen keberlanjutan dalam negeri. Dalam sisi produk, INALUM menerbitkan Environmental Product Declaration (EPD) untuk produk Aluminium Ingot G1. Dokumen yang terdaftar dalam The International EPD System dan berlaku hingga 2030 yang menjustifikasi setiap produk INALUM rendah emisi karbon.
Selain itu, INALUM juga telah melakukan program konservasi dan pemberdayaan lingkungan di Kawasan Daerah Tangkapan Air Danau Toba dengan melakukan program pembangunan biopori, sumur resapan dan injeksi, pembibitan, penanaman pohon, hingga penguatan kapasitas masyarakat.
Pada tahun ini, perusahaan memilih meniadakan selebrasi HUT ke-50 dan mengalihkannya menjadi kegiatan sosial melalui penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Adapun syukuran usia emas tersebut digelar secara hybrid dari Jakarta, Kuala Tanjung, dan Paritohan sebagai simbol sinergi operasional INALUM.
Pada momentum yang sama, perusahaan juga menggelar Operasi Katarak Gratis serta Gerakan Donor Darah bekerja sama dengan PMI Batu Bara di Tanjung Gading, Sumatera Utara. Langkah ini sebagai aksi empati terhadap kondisi kemanusiaan, sejalan dengan peran perusahaan sebagai BUMN strategis yang tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan.
Tonton juga video “Bahlil Incar Papua untuk Produksi Bahan Baku Etanol”
