Buah tropis, seperti pisang, mangga, dan nanas, sudah umum diketahui. Namun bagaimana dengan buah woromo hingga kapul? Ternyata buah unik ini ada di hutan Indonesia!
Indonesia menyimpan kekayaan hayati luar biasa, terutama di kawasan hutan tropisnya. Dari Sabang sampai Merauke tumbuh berbagai jenis buah eksotis yang berbeda dari buah-buahan umum di pasaran.
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.
Beberapa buah ternyata hanya bisa ditemui di hutan. Banyak orang pun belum pernah mendengar, apalagi melihat penampakan buah khas hutan Indonesia ini.
Apa saja jenisnya? Berikut 6 buah khas hutan Indonesia yang jarang dikenal luas, seperti dikutip dari GNFI (20/1):
Matoa adalah buah tropis endemik Papua yang rasanya disebut mirip kombinasi rambutan, lengkeng, dan sedikit durian. Buah ini berasal dari jenis pohon besar yang termasuk dalam keluarga Sapindaceae, sama seperti rambutan dan leci.
Ada dua jenis Matoa, yaitu matoa kelapa yang berdaging kenyal dan padat, serta matoa papeda yang dagingnya lebih lembek dan lengket. Selain cita rasanya yang unik, buah matoa kaya antioksidan dan vitamin, sehingga dipercaya baik untuk kesehatan tubuh.
Buah Taer tumbuh di hutan Papua, seperti di Pulau Yop Meos, Kabupaten Teluk Wondama. Buah ini dikenal masyarakat lokal sebagai sumber pangan.
Bentuk buahnya mirip kacang hijau dengan biji yang mengandung nutrisi tinggi. Di beberapa komunitas Papua, biji taer bahkan dimanfaatkan sebagai pengganti makanan pokok tradisional. Kabarnya, produktivitas pohon taer begitu rendah. Pohon taer hanya berbuah 1 kali dalam 5 tahun.
Buah ini sering disebut sebagai kelapa hutan. Woromo berasal dari keluarga pandan dan hidup liar di wilayah Pegunungan Tengah Papua. Buah yang tampilannya mirip nangka ini memiliki daging putih kekuningan yang gurih seperti kelapa dengan tekstur yang lembut sampai agak keras.
Beberapa masyarakat setempat bahkan mengonsumsi woromo dengan cara dibakar untuk meningkatkan aroma dan cita rasanya. Mengenai khasiat sehatnya, buah woromo berpotensi mengatasi penyakit jantung, kolesterol, asam urat, osteoporosis, kanker, tumor, hipertensi, maag, dan lainnya. Buah ini bisa diekstrak menjadi minyak atau kapsul.
Kapul tumbuh di hutan Kalimantan dan Sumatera, dikenal dengan rasa manis asam yang segar. Buah ini memiliki tekstur mirip buah manggis dan hadir dalam dua jenis daging buah, yaitu putih dan kuning.
Selain dinikmati segar, kapul juga memiliki makna budaya di beberapa suku Dayak sebagai bagian dari ritual buah tahunan. Buah kapul juga sering disebut sebagai jentikan, tampou, pegak, dan terai.
Buah Ucong, atau belimbing hutan, juga berasal dari Kalimantan. Bentuknya menyerupai kuncup dengan warna merah mencolok saat matang, serta daging buah putih yang renyah. Buah ini sering dikumpulkan dari hutan dan dikonsumsi langsung oleh masyarakat lokal.
Buah ucong juga punya manfaat sehat karena mengandung vitamin C, serat, serta mineral seperti kalsium, kalium, dan magnesium. Selain dikonsumsi langsung, buah ini juga kerap diolah jadi acar buah karena rasa asam manisnya yang khas.
Terakhir, Jongi adalah buah yang banyak ditemukan di hutan Sulawesi, terutama sekitar Poso. Ciri khasnya, saat matang kulit buah akan terbuka layaknya kelopak bunga.
Rasanya sangat masam, sehingga sering dimanfaatkan untuk campuran minuman tradisional atau sebagai bahan penambah rasa dalam masakan lokal. Biasanya masyarakat Poso juga menggunakan sari buahnya sebagai obat yang dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah dan mengatasi sariawan atau panas dalam.
1. Matoa (Pometia pinnata)
2. Taer (Anisoptera thurifera)
3. Woromo (Pandanus yilunea)
4. Kapul (Baccaurea macrocarpa)
5. Ucong (Baccaurea angulata)
6. Jongi (Dillenia serrata)
Kapul tumbuh di hutan Kalimantan dan Sumatera, dikenal dengan rasa manis asam yang segar. Buah ini memiliki tekstur mirip buah manggis dan hadir dalam dua jenis daging buah, yaitu putih dan kuning.
Selain dinikmati segar, kapul juga memiliki makna budaya di beberapa suku Dayak sebagai bagian dari ritual buah tahunan. Buah kapul juga sering disebut sebagai jentikan, tampou, pegak, dan terai.
Buah Ucong, atau belimbing hutan, juga berasal dari Kalimantan. Bentuknya menyerupai kuncup dengan warna merah mencolok saat matang, serta daging buah putih yang renyah. Buah ini sering dikumpulkan dari hutan dan dikonsumsi langsung oleh masyarakat lokal.
Buah ucong juga punya manfaat sehat karena mengandung vitamin C, serat, serta mineral seperti kalsium, kalium, dan magnesium. Selain dikonsumsi langsung, buah ini juga kerap diolah jadi acar buah karena rasa asam manisnya yang khas.
Terakhir, Jongi adalah buah yang banyak ditemukan di hutan Sulawesi, terutama sekitar Poso. Ciri khasnya, saat matang kulit buah akan terbuka layaknya kelopak bunga.
Rasanya sangat masam, sehingga sering dimanfaatkan untuk campuran minuman tradisional atau sebagai bahan penambah rasa dalam masakan lokal. Biasanya masyarakat Poso juga menggunakan sari buahnya sebagai obat yang dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah dan mengatasi sariawan atau panas dalam.
