Rachmad Albi Fakhri (12) menjadi sorotan usai tampil memukau sebagai Komandan Peleton (Danton) Baris Variasi di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Aksi tersebut ditampilkan dalam acara Peresmian 166 Sekolah Rakyat di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Penampilan Albi yang disiplin dan kompak saat memimpin atraksi Baris Variasi sukses mencuri perhatian Presiden. Tak hanya mendapat pujian, Albi juga menerima beasiswa pendidikan kepolisian langsung dari Kepala Negara.
Putra pasangan Fahrur Rozi dan Siti Kholifah asal Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan itu saat ini duduk di kelas VII Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 28 Kota Pasuruan. Albi mengaku bangga bisa tampil dengan baik sekaligus bertemu langsung dengan Presiden.
Albi mengaku senang dan tak menyangka bisa bertemu langsung dengan Presiden. Saat ditanya mengenai cita-citanya, ia menyampaikan keinginannya untuk menjadi polisi. Mendengar hal tersebut, Presiden pun langsung memberikan beasiswa pendidikan kepolisian kepada Albi.
Koordinator Pelatih sekaligus Ps. Kanit Kamsel Satlantas Polres Pasuruan Kota, Aipda Setiyo Budi Utomo, S.H., mengatakan para peserta Baris Variasi telah menjalani latihan intensif selama dua bulan terakhir.
“Alhamdulillah saya tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Kesempatan yang luar biasa dan pengalaman yang berkesan juga membanggakan,” kata Budi, dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1/2026).
Pernyataan itu disampaikan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).
Lebih lanjut, Budi juga mengungkapkan perubahan perilaku Albi saat proses pendidikan dan pelatihan sebagai Danton Baris Variasi.
“Mendidik Albi, saya memang lebih keras daripada yang lain, karena dia Danton, harus bisa jadi contoh. Awalnya sangat sulit menerima arahan, tapi alhamdulillah dia ada motivasi. Akhirnya terbentuk Albi yang saat ini,” katanya.
Kepala SRMP 28 Kota Pasuruan, Yuli Prihatini, turut mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan anak didiknya tampil di hadapan Presiden.
“Sangat membanggakan saya dan membuat haru. Selama tampil, saya tidak sadar menitikkan air mata karena mengingat perjuangan yang tidak mudah,” kata Yuli.
Ia berharap nilai kedisiplinan dan ketertiban yang ditanamkan melalui kegiatan Baris Variasi dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari para siswa di sekolah.
“Sikap disiplin itu tetap ditanamkan anak-anaknya di sini dan mereka menjadi teladan bagi teman-teman yang lain dalam pembelajaran maupun dalam kegiatan keasramaan,” katanya.
“Bahkan saat ini, kegiatan ini sudah berdampak baik dan positif, anak-anak ini semakin baik perilakunya,” tambahnya.
Penampilan 31 siswa Baris Variasi tersebut tidak hanya melibatkan murid dari SRMP 28 Kota Pasuruan, tetapi juga hasil kolaborasi pelajar dari sejumlah sekolah di Kota Pasuruan, yakni SD Al-Kautsar, SD Unggulan NU, SMP Bahtera Indonesia, serta SD Tri Bahasa Harapan Bangsa. Seluruh peserta berada di bawah pembinaan Satlantas Polres Pasuruan Kota.
Sebelumnya, penampilan Baris Variasi ini sukses memukau Presiden Prabowo. Bahkan, mata Prabowo terlihat berbinar saat menyaksikan atraksi yang berlangsung selama 10 menit tersebut. Tepuk tangan dan pujian atas kekompakan serta kedisiplinan para siswa pun membahana.
“Hebat sekali itu, komandannya suruh hadap saya. Saya kira tidak kalah dengan SMA Taruna Nusantara. Sikapnya itu lho. Balik kanannya itu luar biasa, saya belum pernah lihat,” kata Prabowo.
Saking kagumnya, Prabowo sempat menyentil Menteri Luar Negeri Sugiono.
“Nggak yakin, balik kananmu sama dengan anak ini, tapi kamu sudah menteri, saya tidak mau uji kamu,” kata Prabowo, disambut tawa para hadirin.
Usai acara, Prabowo menyapa langsung Albi. Kepala Negara memberikan hormat, berjabat tangan, lalu sempat merapikan baret yang dikenakan Albi. Prabowo kemudian mengajak Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk berinteraksi dengan Albi. Momen itu berlangsung akrab, terlihat Panglima TNI dan Kapolri tersenyum dan tertawa saat berbincang dengan Rachmad Albi.
Atraksi Baris Variasi ini merupakan salah satu penampilan anak-anak dari Sekolah Rakyat. Sejumlah penampilan lain, seperti teater, pembacaan puisi, silat, hingga pidato dalam Bahasa Inggris, Jepang, Mandarin, dan Arab, turut menyemarakkan acara. Hal tersebut menunjukkan hasil pengembangan kompetensi dan bakat melalui Program Sekolah Rakyat.
Turut hadir jajaran Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Menko PMK Pratikno, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafiz, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala Staf Kepresidenan M Qodari, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri PANRB Rini Widiantini, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, serta Kepala Perpustakaan Nasional Aminudin Aziz.
Acara ini juga diikuti sekitar 2.000 peserta, termasuk 800 siswa dari berbagai daerah, bersama orang tua dan para pengajar. Hingga kini, sebanyak 166 Sekolah Rakyat rintisan telah dibuka di berbagai wilayah Indonesia. Rinciannya meliputi 35 lokasi di Sumatera, 70 lokasi di Jawa, 7 lokasi di Bali dan Nusa Tenggara, 13 lokasi di Kalimantan, 28 lokasi di Sulawesi, 7 lokasi di Maluku, serta 6 lokasi di Papua.
Pada tahun ajaran 2025/2026, Sekolah Rakyat telah melayani 15.945 siswa. Ke depan, jumlah sekolah ditargetkan meningkat hingga 500 titik dengan kapasitas mencapai 1.000 siswa di setiap sekolah.
Program Sekolah Rakyat rintisan juga menyerap 7.107 tenaga kerja yang terdiri dari 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Seiring pembangunan Sekolah Rakyat permanen di 104 lokasi, jumlah tenaga pendidik dan kependidikan diproyeksikan terus bertambah.
Adapun lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen tersebut tersebar di 26 titik di Sumatera, 40 titik di Jawa, 3 titik di Bali dan Nusa Tenggara, 12 titik di Kalimantan, 16 titik di Sulawesi, 4 titik di Maluku, serta 3 titik di Papua.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Tonton juga Video Momen Presiden Prabowo Ikut Latihan Baris-berbaris saat Retreat di Magelang
