8 Fakta Sekolah Rakyat yang Akan Diresmikan Presiden Prabowo

Posted on

Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan Sekolah Rakyat sebagai program pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk memutus mata rantai kemiskinan.

Peresmian akan dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru yang berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Senin (12/1). Berikut beberapa fakta penting tentang Sekolah Rakyat.

1. Gagasan Presiden Prabowo Subianto

Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi dan menjadi inisiatif langsung Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

“Karena ini bagian dari pengentasan kemiskinan. Anaknya sekolah, keluarganya diberdayakan. Anaknya lulus, keluarganya naik kelas (dan) menjadi berdaya. Ini istimewa dan ini tentu legacy dari Bapak Presiden Prabowo,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam keterangan tertulis, Minggu (11/1/2026).

Gus Ipul menjelaskan pendirian Sekolah Rakyat dilatarbelakangi masih banyaknya anak-anak dari keluarga miskin yang kesulitan mengakses pendidikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lebih dari tiga juta anak usia sekolah berada dalam kondisi tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah, dan berpotensi putus sekolah.

2. Proses Rekrutmen Siswa Berbasis DTSEN

Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Proses rekrutmen siswa tidak menggunakan tes akademik, melainkan mengacu pada DTSEN serta verifikasi langsung ke rumah calon siswa oleh pendamping di lapangan.

Pada masa matrikulasi di awal semester, setiap siswa mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan. Selain itu, siswa juga mengikuti DNA talent mapping untuk memetakan potensi dan bakat secara mendalam.

3. Sebanyak 15 Ribu Lebih Siswa Telah Menerima Manfaat Sekolah Rakyat

Sejak mulai beroperasi pada 2025, Sekolah Rakyat rintisan telah dibuka di 166 lokasi secara bertahap sejak Juli hingga September. Lokasi tersebut tersebar di Sumatera sebanyak 35 titik, Jawa 70 titik, Bali dan Nusa Tenggara 7 titik, Kalimantan 13 titik, Sulawesi 28 titik, Maluku 7 titik, dan Papua 6 titik.

“Hari Senin (12/1) nanti akan diresmikan atau diluncurkan secara resmi Sekolah Rakyat rintisan di 166 titik,” kata Gus Ipul.

Sebanyak 15.945 siswa telah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat selama satu semester pada Semester Gasal Tahun Ajaran 2025/2026. Ke depan, jumlah Sekolah Rakyat ditargetkan terus bertambah hingga mencapai 500 sekolah dengan kapasitas masing-masing hingga 1.000 siswa.

4. Tahap Awal Menyerap Ribuan Tenaga Kerja

Pada tahap awal, Sekolah Rakyat rintisan juga menyerap 7.107 tenaga kerja yang terdiri dari 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Jumlah ini diproyeksikan terus meningkat seiring pembangunan Sekolah Rakyat permanen yang telah dimulai sejak 2025 di 104 titik lokasi di berbagai wilayah Indonesia. Tersebar di Sumatera 26 lokasi, Jawa 40 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 3 lokasi, Kalimantan 12 lokasi, Sulawesi 16 lokasi, Maluku 4 lokasi, dan Papua 3 lokasi.

5. Konsep Sekolah Asrama

Sekolah Rakyat mengusung konsep sekolah berasrama atau boarding school. Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari seragam, makan, asrama, hingga peralatan sekolah, ditanggung sepenuhnya oleh negara.

Format asrama dipilih untuk membentuk karakter siswa agar lebih mandiri, disiplin, dan memiliki keterampilan, di samping memperoleh pendidikan akademik.

6. Menggunakan Kurikulum Khusus

Dalam proses pembelajaran, Sekolah Rakyat menggunakan kurikulum khusus dengan pendekatan Multi Entry-Multi Exit (MEME) serta pendekatan individu (individual approach). Sistem ini memungkinkan siswa masuk kapan saja dan belajar berdasarkan capaian masing-masing, bukan semata mengikuti kalender ajaran yang sama seperti sekolah pada umumnya.

Setiap siswa juga menjalani DNA talent mapping untuk memetakan potensi dan bakatnya secara mendalam. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar pengembangan karakter, keterampilan, dan kecerdasan siswa selama proses belajar.

7. Miniatur Pengentasan Kemiskinan Terpadu

Program Sekolah Rakyat berada di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos) dan dilaksanakan melalui kerja sama lintas kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah sebagai miniatur pengentasan kemiskinan terpadu.

Berbagai program prioritas Presiden terintegrasi dengan Sekolah Rakyat, seperti pemberdayaan orang tua siswa melalui PPSE, perbaikan rumah melalui program 3 juta rumah, Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan melalui PBI JKN, bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako, serta keanggotaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Rumahnya nanti akan dibantu, orang tuanya jadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, dapat bantuan sosial lengkap sesuai dengan periode tertentu, dapat PBI JKN, dapat makan bergizi dan cek kesehatan,” tutur Gus Ipul.

8. Proses Hilirisasi Siswa Telah Dipersiapkan

Selain pendidikan akademik, Sekolah Rakyat juga menyiapkan proses hilirisasi siswa sejak awal melalui DNA talent mapping. Siswa akan dibimbing sesuai minat, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja.

Kemensos telah bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Ary Gianjar (UAG) dan ESQ Business School, untuk memfasilitasi beasiswa bagi lulusan Sekolah Rakyat. Kemensos juga menjalin kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk memfasilitasi siswa yang memilih langsung bekerja setelah lulus.

Sementara itu, siswa Sekolah Rakyat jenjang menengah pertama yang memiliki kemampuan akademik memadai akan difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Garuda.

Tonton juga video “Sekolah Rakyat, Jalan Cepat Anak Desil 1-2 Naik Kelas Sosial”