Wisata Rohani di Taman Doa Santa Marta Depok

Posted on

Di tengah hiruk pikuk Kota Depok, sebuah tempat suci telah muncul bagi mereka yang mencari ketenangan spiritual. Taman Doa Santa Marta yang berada di Jl. Perumahan Raffles Hills Blok O, Sukatani, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, semakin menarik perhatian publik sebagai destinasi wisata rohani yang baru.

Pembangunan taman ini selesai pada Oktober 2024, dan diberkati oleh Mgr. Paskalis Bruno Syukur, Uskup Keuskupan Sufragan Bogor pada 1 Mei 2025.

Menurut Handy selaku kordinator Among Tamu Taman Doa Santa Marta kepada infoTravel beberapa waktu lalu, taman ini mengusung konsep sebuah taman doa, tempat hening untuk menepi yang menyatu dengan alam.

Salah satu contoh adalah penggunaan paving block di jalan masuk yang terbuat dari campuran plastik yang didaur ulang, persembahan dari Rebricks.id. Saat memasuki taman doa ini, traveler sempat memindai QR code yang disediakan dan melihat keterangan tentang berapa banyak plastik yang didaur ulang untuk pembuatan paving block di tempat itu.

Pohon-pohon yang ditanam di tempat ini juga melalui pemilihan yang terbaik. Harmonisasi dengan fasilitas doa berupa stasi-stasi jalan salib maupun tempat devosi kepada bunda Maria dipikirkan dengan seksama.

Melansir laman Katedral Jakarta, Jalan Salib (Via Crucis) merupakan bentuk devosi yang penting dalam Gereja Katolik, yang berfokus pada kisah sengsara Yesus. Perjalanan ini mencakup 14 pemberhentian yang menggambarkan peristiwa-peristiwa yang terjadi mulai dari saat Yesus menerima hukuman mati hingga saat Ia dimakamkan.

Stasi-stasi jalan salib ini terbuat dari batu solid dan dikerjakan oleh seniman dari Muntilan, Jawa Tengah. Perhentian ke 12 yang menggambarkan Yesus pada saat-saat di salib adalah tempat para peziarah berdoa lebih lama. Diukir dalam karya yang sangat menyentuh, dengan ditambah salib di sisi kirinya, memberi kesan yang mendalam atas puncak sengsara Yesus.

Di tempat ini diletakkan patung bunda Maria, ibu Yesus yang dalam agama Katolik sangat dihormati. Ada yang unik yaitu 7 pilar Karunia Roh Kudus, yang ditambahkan di belakang patung bunda Maria ini. 7 Karunia roh kudus itu adalah Kebijaksanaan, Pengertian, Nasihat, Keperkasaan, Pengetahuan, Kesalehan dan Takut akan Tuhan. Di sini tempat para peziarah mendaraskan doa rosario. Kunjungan peziarah sangat banyak, terutama pada bulan-bulan Maria yang ditetapkan pada Mei dan Oktober.

Sebuah tempat dimana umat dapat menitipkan benda-benda rohani yang sudah rusak atau tidak layak pakai.

“Tempat ini untuk mencegah pembuangan secara sembarangan benda-benda rohani yang sudah diberkati,” tambah Handy.

Berdasar kebijakan paroki, benda-benda tersebut kemudian dikubur. Meskipun taman doa ini relatif baru-baru, pengunjung banyak berdatangan dari berbagai kota. Handy mencatat bahwa peserta tidak hanya datang dari wilayah Jabodetabek saja.

“Iya, pernah ada dari Papua Barat, Lampung, dari Bali pernah saya sempat ketemu, dari Jawa cukup sering dari Solo, Jogja, Surabaya, selain dari sekitar sini Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi,” ujarnya.

Meski taman ini dimiliki Gereja dan bernuansa Katolik, Taman Doa Santa Marta terbuka bagi siapa saja yang ingin berdoa di tempat ini. Beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB.

Handy mengungkapkan, suasana malam hari lebih terasa syahdu. “Di sekeliling salib itu ada lampu temaram sehingga bagi saya sendiri, saya punya perasaan yang lebih khusyuk untuk berdoa,” ungkapnya.

Konsep Terbuka dan Ramah Lingkungan

Taman ini menyediakan berbagai fasilitas yang dirancang khusus untuk para peziarah antara lain:

1. Jalan Salib

2. Plaza Maria

3. Sakrarium