Sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi diterjang cuaca ekstrem sampai 26 Januari 2026 akibat munculnya siklon tropis Luana. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan warga terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir hingga longsor akibat cuaca ekstrem tersebut.
“Waspadai dampak hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi,” kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot’ek, dalam siaran pers, Minggu (25/1/2026).
Potensi cuaca ekstrem itu, jelas Sti, sebab saat ini terpantau ada siklon tropis Luana yang berkembang dari bibit siklon tropis 91S yang tumbuh sejak 21 Januari 2026 di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). Bibit siklon tropis 91S ini mencapai intensitas siklon tropis pada 24 Januari 2026 pukul 01.00 WIB.
Selain itu, juga bibit siklon tropis 92P di Teluk Carpentaria sebelah selatan Papua Selatan yang bergerak ke arah selatan serta aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby yang memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah NTT.
Diketahui, hujan lebat disertai angin kencang melanda NTT pada 22-23 Januari 2026. Cuaca ekstrem itu dipicu bibit siklon baru, yaitu 91S. Bibit siklon itu muncul setelah bibit siklon 97S sudah berlalu. Dampak cuaca ekstrem itu menyebabkan banjir, longsor, dan pohon tumbang di sejumlah wilayah NTT.
