Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta pemegang proyek segera melakukan perbaikan saat menemukan kondisi bangunan yang dinilai belum baik. Hal ini disampaikan Trenggono saat mengecek langsung pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di sejumlah titik Pulau Jawa.
Trenggono menilai pembangunan KNMP perlu diperhatikan beberapa hal detail agar bangunannya berkualitas. Ia tak menoleransi bagi kontraktor yang masih nakal.
“Tadi saya lihat beberapa kualitas pekerjaannya perlu diperbaiki. Saya minta kontraktor segera perbaiki,” ujar Trenggono usai meninjau pembangunan KNMP di Desa Poncosari, Kabupaten Bantul, DIY, dikutip dari keterangannya, Jumat (2/1/2026).
Trenggono memastikan ketersediaan semua fasilitas perikanan yang nantinya dikelola oleh pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Di KNMP Poncosari, sejumlah fasilitas perikanan disiapkan, mulai dari infrastruktur bangunan, sarana prasarana rantai dingin, serta sarana penangkapan ikan.
Untuk infrastruktur bangunan, berupa kantor pengelola, kios perbekalan, gudang beku, gedung pabrik es, shelter coolbox, bengkel nelayan, balai nelayan, sentra kuliner, hingga shelter perbaikan jaring.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Sedangkan sarana prasarana rantai dingin meliputi mesin gudang beku portable, pabrik es portable, mobil berpendingin, serta puluhan unit coolbox. Lalu sarana prasarana penangkapan ikan meliputi 10 unit kapal di atas 5 GT, 100 unit mesin kapal, serta ratusan alat tangkap ikan ramah lingkungan.
“Kami juga akan melihat di Indonesia timur progresnya seperti apa karena kami targetkan Januari ini sudah selesai. Kami ingin ini berjalan dengan baik supaya nelayan penghasilannya meningkat berkali-kali lipat seperti di Biak Papua, sehingga nilai tukarnya juga meningkat,” tambah Trenggono.
Sementara itu, Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP, Trian Yunanda menambahkan dari 65 lokasi pembangunan KNMP tahap pertama tahun 2025, sudah ada yang rampung 100 persen, salah satunya di Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Selatan.
Sedangkan sebagian besarnya diselesaikan bertahap dengan target hingga akhir Januari 2026. Kecuali lokasi pembangunan yang terkena imbas bencana alam banjir dan longsor penyelesaiannya paling lambat pada Februari 2026.
“Kami sedang mengejar prosesnya sehingga akhir Januari semua selesai. Namun memang ada pengecualian beberapa lokasi yang secara tidak langsung terdampak bencana, seperti di Langsa, Bireun, Aceh Utara dan Padang Pariaman. Meski begitu, kami tetap berkomunikasi dengan kontraktor, pemda setempat, mudah-mudahan juga bisa selesai di Januari,” ujar Trian.
Sebagai informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelontorkan dana hingga Rp1,34 triliun untuk membangun 65 Kampung Nelayan Merah Putih di sejumlah lokasi Indonesia. Program ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa-desa nelayan melalui peran aktif koperasi dan masyarakat.







