Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Prabowo Sebutkan Cita-citanya pada Akhir Jabatan

Posted on

Presiden Prabowo menyebutkan cita-cita pada masa akhir jabatannya kelak. Ia ingin masyarakat yang berada pada kategori kemiskinan ekstrem dapat diubah nasibnya.

“Cita-cita saya, di akhir masa jabatan saya, tahun 2029, bahwa mereka yang berada di kemiskinan ekstrem desil 1 dan 2 bisa kita ubah nasibnya, kita bisa hilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” katanya pada peresmian 166 Sekolah Rakyat yang diselenggarakan secara terpusat di Sekolah Rakyat terintegrasi 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

“Saya percaya itu bisa terjadi,” imbuhnya.

Prabowo menyebut targetnya akan ada 500 Sekolah Rakyat yang sudah dibangun pada 2029. Setiap sekolah akan diisi 1.000 siswa, sehingga akan ada 500.000 murid Sekolah Rakyat.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf mengatakan siswa-siswa Sekolah Rakyat adalah anak-anak dari keluarga ekonomi rentan. Ia mengatakan 60% orang tua siswa bekerja sebagai buruh harian lepas, kuli bangunan, buruh tani, buruh nelayan, pencari rumput, dan lainnya. Sementara, ada 67% orang tua siswa Sekolah Rakyat berpenghasilan di bawah Rp 1 juta per bulan.

“65% (orang tua siswa Sekolah Rakyat) memiliki tanggungan di atas 4 orang. 454 siswa Sekolah Rakyat berasal dari mereka yang tidak atau belum pernah emngenyam bangku pendidikan. 298 siswa Sekolah Rakyat sebelumnya mengalami putus sekolah atau tidak lulus sekolah. Dan bahkan sebagian dari mereka bahkan sudah bekerja di usia yang sangat muda,” ungkap Mensos.

Sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat rintisan sudah beroperasi sejak 2025. Bersamaan, 104 titik Sekolah Rakyat permanen mulai dibangun. Targetnya, akan mencapai 200 titik Sekolah Rakyat pada 2027.

Sebaran 166 Lokasi Sekolah Rakyat yang diresmikan hari ini adalah sebagai berikut:

Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi didukung oleh Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Kementerian Pekerjaan Umum, dan PT Pos Indonesia.