Prabowo Puji Baris-berbaris Siswa Sekolah Rakyat: Nggak Kalah dengan SMA TN

Posted on

Siswa-siswi Sekolah Rakyat sempat menampilkan atraksi baris-berbaris. Atraksi ini pun mendapat pujian dari Presiden Prabowo Subianto: nggak kalah dengan SMA Taruna Nusantara (TN).

“Luar biasa tadi (atraksi baris-berbaris). Dari Pasuruan ya tadi? Hebat sekali. Komandannya suruh hadap saya ya. Saya kira tidak kalah dengan SMA Taruna Nusantara. Sikapnya itu lho, balik kanannya luar biasa!,” puji Prabowo dalam acara ‘Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi’ di SRT 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Lalu Prabowo lantas memanggil Menteri Luar Negeri Sugiono. Seperti diketahui Sugiono juga menjabat Ketua Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN).

“Pak Sugiono, kau kepala lembaga TN ya? Kau lulusan TN ya? Nggak yakin balik kananmu ini. Tapi karena kau sudah jadi menteri, duduklah, saya nggak mau menguji,” kelakar Prabowo.

Dia mengatakan, dirinya separuh berdarah Jawa-Banyumas dan Sulawesi. Orang Banyumas, menurutnya kalau memuji tidak basa-basi.

“Kalau tidak bener saya bilang tidak bener. Kalau bener saya bilang bener. Saya kagum ini luar biasa tadi baris berbarisnya,” ungkap Prabowo lagi.

Sebelumnya Prabowo juga berpesan kepada guru-guru Sekolah Rakyat harus memberikan contoh yang baik. Contoh dalam segala hal mulai berpakaian, bersikap, bertutur kata dan sebagainya.

“Saya kira para guru harus selalu beri contoh terbaik. Tampil di depan murid harus dalam keadaan baik, keadaan tertib, keadaan rapi. Kalau perlu saya minta bantuan TNI-Polri bergilir kirim beberapa perwira untuk bantu, kunjungi bergiliran dan dibina di beri cara berpakaian yang baik, cara pakai dasi yang baik, cara pakai baret yang baik. Saya minta Sekab dan Mensesneg bantu, Mensos bantu, Menko-menko dilihat lagi yang mungkin kurang apa, kita perbaiki. Kalau ada baret-baret kekecilan diganti tidak kekecilan. Jadi anak-anak Indonesia yang akan digembleng di kawah Candradimuka Sekolah Rakyat tadi harus dibina dengan baik,” harap Prabowo.

166 lokasi Sekolah Rakyat di 34 Provinsi diresmikan, tersebar di berbagai wilayah sebagai berikut:

Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi didukung oleh Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Kementerian Pekerjaan Umum, dan PT Pos Indonesia.