Periode musim hujan Indonesia biasanya terbentang dari bulan Oktober hingga Maret-April. Namun, bagaimana dengan kondisi tahun ini? Hingga kapan musim hujan 2026 diperkirakan berlanjut, terutama di tengah meningkatnya intensitas hujan ekstrem di berbagai wilayah?
Sebagaimana infoers ketahui, jagat internet sudah beberapa waktu dipenuhi pemberitaan soal hujan deras disertai angin kencang. Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta tercatat terendam banjir, begitu pula sejumlah daerah lain, seperti Demak, Batang, dan Kudus.
Peristiwa-peristiwa tersebut tidak bisa dilepaskan dari fakta bahwasanya puncak musim hujan masih berlangsung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat belum usai. Kondisi ini diperparah siklon tropis dan angin monsun dingin Asia.
Jadi, kapan musim hujan 2026 berakhir? Simak perkiraannya menurut BMKG di bawah ini.
Poin Utamanya:
Dirujuk dari buku Prediksi Musim Hujan 2025/2026 di Indonesia yang dirilis BMKG, durasi musim hujan 2025/2026 diperkirakan akan berlangsung lebih lama ketimbang biasanya. Puncaknya diperkirakan terjadi selama rentang November 2025-Februari 2026.
Sebagian besar Sumatera, Banten bagian selatan, Jawa Barat bagian selatan, Jawa Tengah bagian selatan, sebagian Jawa Timur, hingga sebagian Papua Barat diprediksi sudah memulai puncak musim hujan pada November-Desember 2025 kemarin. Sementara itu, Jambi bagian Selatan, sebagian besar Jawa, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga sebagian Papua Selatan justru baru memulainya pada Januari-Februari 2026.
“Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami puncak musim hujan mulai dari November 2025 hingga Februari 2026, dimulai dari Indonesia bagian barat kemudian bergerak ke wilayah timur,” terang BMKG dalam buku itu.
Dibandingkan musim hujan biasanya, musim 2025/2026 diperkirakan tidak jauh berbeda. Sebanyak 316 Zona Musim (ZOM) diprediksi mengalami masa puncak dengan normalnya. Sementara itu, 41,3% wilayah alias 289 ZOM justru lebih maju. Sebagian kecil, yakni 94 ZOM atau 13,5% diprediksi mundur.
Dalam buku yang telah disebut, BMKG menyebut variasi musim antarwilayah Indonesia sangat beragam. Pada September-Desember 2025, sebanyak 12 ZOM mengalami musim kemarau, meliputi daerah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan sebagian Papua Barat.
Di 46 ZOM lain, awal musim kemarau diprediksi terjadi pada Januari hingga Mei 2026. Di antara wilayah yang masuk ke-46 ZOM ini adalah pesisir Aceh bagian timur, Sumatera Utara bagian utara dan timur, sebagian Sulawesi, hingga sebagian Maluku.
Lebih lanjut, dirujuk dari Siaran Pers Perkembangan Iklim Tahun 2026 DIY dari Stasiun Klimatologi Kelas IV DIY, di Jogja, musim hujan bakal terjadi pada dasarian I-III April 2026 mendatang. Dengan demikian, kurang lebih 3 bulan lagi musim hujan akan rampung.
Bagaimana dengan wilayah Jawa Tengah? Menurut keterangan dari akun Instagram BMKG Jawa Tengah, @bmkgjateng, musim hujan 2025/2026 diperkirakan berlangsung selama 6 sampai 7 bulan (19-21 dasarian). Dengan rata-rata musim hujan Jateng dimulai pada Oktober 2025, maka akhirnya diperkirakan tiba pada Maret-April 2026 mendatang.
Demikian pembahasan ringkas mengenai akhir musim hujan 2025/2026 berdasarkan prediksi BMKG. Semoga bermanfaat!
Normalnya, musim hujan Indonesia berlangsung hingga bulan Maret-April.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
46,4% dari seluruh wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami musim hujan yang lebih panjang durasinya. Sementara itu, 15,7% ZOM lebih pendek dan 8,0% sama.
Musim kemarau Indonesia umumnya berlangsung selama periode April-Oktober.







