Kematian Praka M Kori anggota Yonif 9 Marinir dalam peristiwa longsor di Desa Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat menyisakan kesedihan untuk keluarga. Kori ingin membeli rumah usai pulang dari penugasan di Papua Nugini.
Hal tersebut diungkapkan Samrah ibunda Praka M Kori saat ditemui usai prosesi pemakaman di Desa Kibang, Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur.
“Dia mau beli rumah di Lampung nanti setelah pulang tugas dari Papua Nugini. Dia bilang nanti bapak ibu ikut tinggal dengannya,” katanya, Senin (26/1/2026).
Samrah menyebut Kori berangkat ke Bandung Barat untuk pelatihan sebelum penugasan ke perbatasan Indonesia-Papua Nugini.
“Dia memang sempat pamit mau ke Bandung. Jadi dia pelatihan disana sebelum nanti dikirim bertugas di perbatasan Indonesia-Papua Nugini,” terangnya.
Samrah menerangkan, komunikasi terakhir dengan putranya ini terjadi sebelum Kori berangkat ke Jawa Barat untuk pelatihan.
“Ya terakhir waktu dia mau berangkat ke Bandung itu. Itu terakhir komunikasi, dia pamit mau berangkat,” kenang Samrah sambil menyeka air matanya.
Dirinya mengungkapkan rasa tak percaya kala mendapatkan kabar bahwa tulang punggung keluarga tersebut dinyatakan turut menjadi korban longsor.
“Masih nggak percaya, tapi ini sudah takdirnya,” tutup Samrah.
Untuk diketahui, Praka M Kori menjadi korban longsor tamu terjadi pada Sabtu (24/1/2026) kemarin di Desa Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Ia tertimbun longsor bersama 23 prajurit lainnya yang tengah menggelar latihan untuk persiapan penugasan pengamanan wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.
