Polres Nabire meluruskan jumlah kru dan penumpang pesawat Smart Air jenis Caravan dengan nomor registrasi PK-SNS yang jatuh di kawasan pantai Kabupaten , Papua Tengah. Berdasarkan manifes, jumlah kru dan penumpang yang menjadi korban berjumlah 13 orang dan bukan 15 orang sebagaimana keterangan sebelumnya.
“Jadi 11 penumpang dan 2 kru,” kata Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu kepada infocom, Selasa (27/1/2026).
Samuel mengatakan para penumpang sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun setelah mendapat perawatan, mereka sudah dipulangkan.
“Tadi sudah pulang ke rumah masing-masing,” kata Samuel.
Sementara itu Kepala Kantor SAR Biak, Kundori memastikan seluruh kru dan penumpang sudah dievakuasi. Penyebab pesawat jatuh akan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
“Kami hanya melakukan pencarian pertolongan untuk lain-lain. Nanti pihak terkait yang bisa menjelaskan tentang hal ini (penyebab jatuhnya pesawat),” kata Kundori.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Dia menuturkan, evakuasi pesawat dari laut juga berproses. Alat berat sudah diturunkan ke lokasi untuk membantu pengangkatan.
“Pesawatnya masih di air, nanti nunggu pihak terkait untuk identifikasi atau pengangkatannya,” imbuhnya.
Pesawat tersebut jatuh di area Logpond Kaladiri, kawasan Pantai Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Selasa (27/1) sekitar 12.45 WIT. Pesawat tersebut berangkat dari Nabire hendak menuju Kaimana.
“Berdasarkan laporan awal yang diterima, pesawat mengalami gangguan pada engine,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud), Lukman F Laisa dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1).
Berdasarkan data manifes pesawat Smart Air tipe C208B registrasi PK-SNS, berikut daftar penumpang dan kru yang menjadi korban kecelakaan udara itu:







