Nasib malang menimpa sopir taksi online berinisial IM yang menjadi korban perampokan dan penganiayaan dua pria di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ironisnya, pengendara lain tidak menolong korban saat meminta bantuan.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Baji Ateka, Kecamatan Mamajang, Makassar pada Senin (24/11/2025). Pelaku awalnya memesan taksi online via WhatsApp (WA) dengan tujuan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
“Kronologi kejadian ini adalah terduga pelaku mengorder taksi online via WA dan korban menjemput terduga pelaku dua orang,” ujar Panit 1 Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel Iptu Dendi Eriyan kepada wartawan, Sabtu (3/1/2026) malam.
Dendi mengatakan di tengah perjalanan menuju bandara, pelaku meminta korban berhenti. Kedua pelaku langsung menganiaya korban hingga kabur keluar dari mobilnya.
“Sesampainya di perjalanan mengarah ke bandara, terduga pelaku menghentikan taksi online tersebut dan langsung menganiaya korban,” ungkap Dendi.
Akibat penganiayaan itu, korban menderita sejumlah luka memar di tubuhnya. Kedua pelaku juga mengambil handphone (HP) korban dan telah dijual ke wilayah Papua.
“Setelah itu korban menderita luka memar di bagian kepala dan juga lebam beberapa bagian di pipi kanan dan kiri (akibat dianiaya). Setelah itu, pelaku merampas HP korban, setelah itu langsung melarikan diri,” terang Dendi.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Polisi yang menerima laporan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Satu pelaku berinisial AF (27) ditangkap di Jalan Ance Daeng Ngoyo, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sabtu (3/1).
“Kami dapat tadi malam itu terduga pelaku ini sedang nongkrong di salah satu tempat di Jalan Ance Daeng Ngoyo. Jadi terduga pelaku ini ada dua orang, yang mana inisial AP ini sudah kami amankan dan satu masih proses pengajaran,” jelas Dendi.
Dari hasil pemeriksaan, handphone milik korban telah dijual dan saat ini berada di Timika, Papua Tengah. Uang hasil penjualan tersebut digunakan pelaku untuk berpesta minuman keras dan narkoba.
“Yang mana HP barang bukti itu adalah HP yang sudah dijual dan ada di Timika. Dan hasil penjualannya ini dipakai untuk berpesta miras dan juga narkoba,” beber Dendi.
Aksi perampokan yang dilakukan dua pelaku itu terekam CCTV di sekitar lokasi hingga viral di media sosial. Dalam rekaman CCTV, tampak sebuah mobil taksi online terparkir di bahu jalan.
Korban kemudian keluar dari mobil dan langsung berlari. Dua orang pelaku juga keluar dari mobil tersebut hingga terjadi aksi kejar-kejaran di jalanan.
Tampak suasana di lokasi ramai pengendara yang lalu lalang. Sejumlah orang hanya melihat atau menonton korban berlari dikejar kedua pelaku.
Dalam lanjutan video, korban tertangkap oleh pelaku di depan sebuah rumah toko (ruko). Kedua pelaku berulang kali memukul korban di bagian wajah.
Korban berusaha menghindar dengan berlari ke jalanan meminta bantuan dan menghampiri pengendara motor. Namun tidak ada pengendara yang membantunya hingga kembali diserang oleh kedua pelaku.







