Seorang mahasiswa asal Papua menjadi korban penusukan di Bantul. Korban yang tewas karena ditusuk di dada sempat berduel dengan pelaku.
Insiden ini terjadi di Sidorejo, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Warga sekitar menyebut awalnya ada dua pria yang terlibat perkelahian lalu salah satunya melakukan penusukan.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menerangkan korban berinisial AG (20), warga Wegee Muka, Paniai, Papua Tengah. Awalnya, korban dan pelaku yang berboncengan melintas di gang Puntodewo, Sabtu (17/1) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
“Jadi ada dua orang Papua dalam keadaan mabuk berboncengan menggunakan motor, keduanya melaju dari arah selatan ke utara,” kata Rita kepada wartawan, Sabtu (17/1).
Begitu tiba di salah satu warung di gang itu, motor mereka menabrak pohon tanjung berukuran kecil. Usai tabrakan, keduanya terlibat perkelahian.
“Setelah menabrak pohon keduanya jatuh dan berkelahi, kemudian korban dipukuli oleh pelaku sampai ditusuk dengan sajam,” ujarnya.
Salah satu warga, RZ (45), mengungkapkan dia mendengar perkelahian tersebut setelah dibangunkan oleh menantunya. Duel itu terjadi di depan rumahnya.
“Setengah 09.00 WIB dibangunkan menantu saya karena ada orang berkelahi di luar rumah. Lalu saya datangi ternyata yang berkelahi orang Papua,” kata RZ.
Meski tahu ada dua orang sedang berkelahi, RZ mengaku tidak berani melerainya. Apalagi, salah satunya membawa senjata tajam (sajam).
“Saya tidak berani memisah, saya diamkan dan di dekat pohon itu yang satu ditusuk,” ujarnya.
Setelah ditusuk, korban sempat berjalan ke arah utara. Tidak lama kemudian korban ambruk di depan rumah warga.
“Usai kena tusuk orang itu berjalan ke utara dan ambruk di depan rumah warga,” ucapnya.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menuturkan begitu menusuk AG, pelaku sempat mengacungkan sajamnya ke arah warga sekitar.
“Pelaku sempat mengamuk ke arah warga dengan mengacungkan sajam (senjata tajam),” terang Rita.
Warga jelas ketakutan dengan aksi pelaku. Setelahnya, pelaku kabur dari lokasi kejadian.
“Kemudian pelaku meninggalkan TKP ke arah utara, saat itu korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ucapnya.
Warga yang menjadi saksi, RZ, berujar pelaku tidak hanya mengamuk. Namun juga menghadang warga.
“Setelah ambruk itu satunya mengamuk dan siapa orang lewat dihadang, intinya tidak boleh lewat sini. Lalu dia jalan ke utara dan kembali lagi ke selatan lalu membalik tubuh orang yang ambruk itu tadi,” katanya.
Melihat korban sudah tidak merespons, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. “Mungkin mau membangunkan atau gimana dan tahu orangnya tewas dia langsung pergi,” ujarnya.
Begitu pelaku melarikan diri, warga segera menghubungi Polsek Kasihan. Anggota Polsek Kasihan bersama tim Inafis Sat Reskrim Polres Bantul dan petugas medis tiba di TKP.
“Dari pemeriksaan medis, korban mengalami luka tusukan pada dada kiri dengan ukuran 2×1 sentimeter. Selain itu ada luka di pelipis kiri yang diduga akibat terjatuh,” kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto.
Rita menambahkan saat ini polisi telah mencopot garis polisi di lokasi kejadian. Selain itu, polisi juga tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus tersebut.
“Untuk kasus perkelahian berujung tewasnya satu orang di Kasihan saat ini masih dalam penyelidikan, polisi sudah ke TKP dan meminta keterangan saksi-saksi,” ujarnya.
1. Berawal Korban dan Pelaku Berboncengan
2. Warga Tidak Berani Melerai
3. Pelaku Sempat Mengamuk-Acungkan Sajam
4. Korban Tewas Ditusuk di Dada
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menuturkan begitu menusuk AG, pelaku sempat mengacungkan sajamnya ke arah warga sekitar.
“Pelaku sempat mengamuk ke arah warga dengan mengacungkan sajam (senjata tajam),” terang Rita.
Warga jelas ketakutan dengan aksi pelaku. Setelahnya, pelaku kabur dari lokasi kejadian.
“Kemudian pelaku meninggalkan TKP ke arah utara, saat itu korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ucapnya.
Warga yang menjadi saksi, RZ, berujar pelaku tidak hanya mengamuk. Namun juga menghadang warga.
“Setelah ambruk itu satunya mengamuk dan siapa orang lewat dihadang, intinya tidak boleh lewat sini. Lalu dia jalan ke utara dan kembali lagi ke selatan lalu membalik tubuh orang yang ambruk itu tadi,” katanya.
Melihat korban sudah tidak merespons, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. “Mungkin mau membangunkan atau gimana dan tahu orangnya tewas dia langsung pergi,” ujarnya.
Begitu pelaku melarikan diri, warga segera menghubungi Polsek Kasihan. Anggota Polsek Kasihan bersama tim Inafis Sat Reskrim Polres Bantul dan petugas medis tiba di TKP.
“Dari pemeriksaan medis, korban mengalami luka tusukan pada dada kiri dengan ukuran 2×1 sentimeter. Selain itu ada luka di pelipis kiri yang diduga akibat terjatuh,” kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto.
Rita menambahkan saat ini polisi telah mencopot garis polisi di lokasi kejadian. Selain itu, polisi juga tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus tersebut.
“Untuk kasus perkelahian berujung tewasnya satu orang di Kasihan saat ini masih dalam penyelidikan, polisi sudah ke TKP dan meminta keterangan saksi-saksi,” ujarnya.







