Hujan Melulu di Tempat Tinggalmu? Kata BMKG, Fenomena-fenomena Ini Sebabnya baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Apa infoers juga merasakan akhir-akhir ini hujan melulu? Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada peningkatan intensitas hujan di Indonesia.

Hujan ringan hingga sedang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Namun, BMKG mencermati adanya hujan lebat hingga ekstrem di Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan.

Kombinasi faktor regional, terutama adanya sirkulasi siklonik di selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berkembang menjadi bibit siklon tropis 96S dan penguatan monsun dingin Asia.

Monsun Asia yang aktif membawa udara lembap dari Laut China Selatan menuju Selat Karimata hingga Pulau Jawa. Kemudian fenomena ini bersama sirkulasi siklonik membentuk dan menguatkan daerah konvergensi yang luas di selatan Indonesia, khususnya di Jawa, Bali, hingga NTB.

Itulah yang memicu pembentukan awan hujan yang intensif. Sepekan ke depan dinamika atmosfer global dan lokal juga masih berpengaruh signifikan terhadap cuaca di Indonesia.

Pada skala global, ENSO menguat pada fase negatif. Ini mengindikasikan La Nina lemah. Terlebih suhu permukaan laut relatif hangat di sejumlah perairan di Indonesia, sehingga pasokan uap air meningkat dan mendukung pembentukan awan hujan.

Secara lokal MJO aktif melintasi laut Maluku, Maluku Utara, Laut Halmahera, perairan utara Maluku utara, hingga Papua serta pesisir utara Papua. Gelombang ekuator juga terpantau aktif dengan kombinasi MJO, gelombang Kelvin, dan gelombang Rossby ekuator di Samudra Hindia barat Sumatera, sebagian Sumatera, Kalimantan, Maluku Utara, dan perairan utara Papua. Fenomena-fenomena ini dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah-wilayah tersebut.

Siklon tropis Nokaen di utara Maluku utara diperkirakan juga menguat dengan angin maksimum 35 knot tekanan1000 hektopascal (hPa) dan bergerak ke barat laut, sehingga mempengaruhi pola angin terutama di utara Indonesia bagian timur.

Bibt 96S juga diperkirakan persisten, angin maksimum 20 knot tekanan 1.002 hPa. Ini memicu daerah konvergensi dari pesisir barat Sumatera, Riau, Jambi, Lampung, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Seram, Laut Arafura, Papua Barat. Fenomena ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

BMKG turut memprediksi potensi seruakan dingin dari Asia. Kondisi ini mempercepat monsun Asia melintasi ekuator melalui Selat Karimata dan dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem di selatan Indonesia khususnya Sumatera bagian selatan dan Pulau Jawa.

Simak potensi cuaca hingga sejak hari ini hingga 22 Januari 2026, dikutip dari unggahan resmi BMKG!

BMKG memprediksi 16-18 Januari 2026 umumnya didominasi hujan ringan hingga lebat. Ini wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang:

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

BMKG memprediksi potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang di wilayah-wilayah berikut pada 19-22 Januari 2026:

Demikian penjelasan soal hujan yang terus-menerus belakangan ini dan prediksi cuaca hingga hampir sepekan ke depan.

Penyebab Hujan Lebat hingga Ekstrem

Prediksi Cuaca 16-18 Januari 2026

Hujan Intensitas Sedang

Lebat hingga Sangat Lebat

Angin Kencang

Prediksi Cuaca 19-22 Januari 2026

Hujan Intensitas Sedang

Hujan Intensitas Lebat hingga Sangat Lebat

Angin Kencang