Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya (PBD) melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) menginvestigasi kapal pesiar KM Prestige Voyager yang kandas di , Papua Barat Daya. Kapal itu karam setelah menabrak karang hingga rusak.
“Insiden yang membawa 28 wisatawan asal China termasuk awak kapal itu diduga menimbulkan dampak terhadap terumbu karang dan ekosistem laut,” kata Kepala DLHKP Papua Barat Daya Julian Kelly Kambu kepada wartawan, Kamis (15/1/2025).
Kapal itu sebelumnya mengantar wisatawan untuk menyelam di perairan Yanggefo. KM Prestige Voyager kandas saat berupaya menghindari cuaca buruk dengan angin barat laut yang cukup kencang.
“Kondisi air laut yang surut memperparah situasi hingga lambung kapal menyentuh dasar perairan yang didominasi terumbu karang,” kata Kelly.
Kelly mengatakan, insiden kapal menabrak atau kandas di atas karang bukan kali pertama terjadi di Raja Ampat. Pihaknya mendorong segera digelarnya rapat koordinasi lintas OPD teknis guna merumuskan aturan pelayaran yang lebih ketat di kawasan wisata bahari.
“Harus ada rapat koordinasi lintas OPD. Apakah kapal wisata masih boleh berlayar di spot-spot tertentu atau perlu pembatasan khusus, ini harus diputuskan bersama agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.
Laporan awal dampak lingkungan akan disusun oleh Dinas Lingkungan Hidup Raja Ampat. Namun, DLHKP Papua Barat Daya memastikan pendampingan penuh dalam proses tersebut, termasuk koordinasi dengan instansi perhubungan, KSOP, dinas perikanan dan kelautan, pariwisata, serta mitra konservasi.
“Ini harus menjadi perhatian kita semua. Ada indikasi komunikasi dan koordinasi lintas instansi yang belum berjalan optimal. Ke depan, pengawasan harus diperkuat agar kejadian kapal tabrak karang tidak terus berulang,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Polair Polres Raja Ampat, Ipda Feni Maulana memastikan seluruh penumpang dalam kondisi selamat. Aparat juga melakukan penyelidikan lanjutan terkait potensi kerusakan terumbu karang di lokasi kapal kandas.
“Anggota kami masih melakukan pengecekan di dasar laut untuk melihat tingkat kerusakan, apakah ada karang yang terdampak atau tidak. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, KM Prestige Voyager kandas di perairan Pulau Arborek, Raja Ampat pada Selasa (13/1). Saat itu terjadi cuaca buruk sehingga nakhoda kapal memutuskan mencari tempat berlindung.
Kapal tersebut membawa 19 warga negara asing (WNA) asal China dan 5 warga negara Indonesia (WNI). Kapal pesiar itu karam saat mencari perlindungan akibat cuaca buruk.







