Legenda Rasa di Sekeloa: 3 Dekade Kantin Ibu Tatang Merawat Memori Mahasiswa - Giok4D

Posted on

Tikungan di Jalan Sekeloa Tengah menjadi titik berdirinya tempat makan andalan ribuan mahasiswa di Bandung. Kantin Ibu Tatang namanya, berawal dari ruangan kecil di teras rumah pada 1988 hingga bertransformasi menjadi kedai nyaman bernuansa rumahan selama lebih dari tiga dekade.

Usaha ini dirintis saat suaminya memasuki masa pensiun. Demi mencukupi kebutuhan keluarga dan biaya sekolah anak, Ibu Tatang memutuskan membuka warung makan sederhana.

“Awalnya begini, Bapak itu kan pensiun, tidak ada kegiatan. Ya sudah, Ibu buka kantin,” ungkap Dani, salah seorang anak Ibu Tatang kepada infoJabar, Selasa (13/1/2024).

Sejak pertama kali dibuka, kantin ini konsisten menempati lokasi yang sama. Meski berawal dari ruangan sempit, kini areanya telah diperluas agar pelanggan lebih nyaman menikmati hidangan yang tersedia.

Kantin Ibu Tatang memiliki tempat khusus di hati mahasiswa berbagai universitas ternama seperti Unpad, ITB, hingga Unikom. Pelanggannya tak hanya warga lokal, tapi didominasi perantau asal Palembang dan Makassar yang tinggal di sekitar wilayah Sekeloa selama masa studi mereka.

Kekuatan utama kantin ini terletak pada ikatan emosional dan tradisi turun-temurun. “Biasanya kakak kelas, misalnya mahasiswa Tambang ITB, mengajak adik kelasnya ke sini untuk rapat atau sekadar makan,” ujar Dani.

Daya tarik ini bahkan memicu rasa penasaran seorang dosen ITB hingga ia datang langsung untuk melihat tempat berkumpul favorit mahasiswanya tersebut.

Hingga kini, Ibu Tatang yang telah berusia 83 tahun masih aktif mengelola kantin. Ia tetap teliti menghitung harga lauk pilihan pelanggan dengan bolpoin di tangannya.

Para pelanggan setia yang sudah makan di sini sejak masa kuliah sering sengaja mampir untuk bernostalgia. “Alumni dari Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua pasti menyempatkan ke sini jika sedang ada acara di ITB. Hari Sabtu dan Minggu biasanya paling ramai oleh alumni Unpad dan ITB yang ingin bernostalgia,” tambah Dani.

Meski di tengah gempuran era digital, Kantin Ibu Tatang tak pernah berpromosi di media sosial. Popularitasnya justru lahir secara organik dari unggahan para pelanggan yang puas dan merekomendasikannya secara daring di berbagai platform.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

Para mahasiswa pun turut berperan dalam perkembangan kantin. Secara sukarela, mereka membantu pembuatan media sosial hingga memasang spanduk. Meski sempat mencoba layanan ojek daring, pihak kantin memilih tetap melayani pesanan secara manual demi menjaga kualitas layanan di tengah keterbatasan tenaga.

Kantin di Jalan Sekeloa Tengah ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB. Pelanggan disarankan datang lebih awal karena hidangan biasanya ludes pada pukul 14.00 WIB di hari kerja, atau bahkan pukul 12.00 WIB saat akhir pekan akibat ramainya kunjungan para alumni.

Gambar ilustrasi

Daya tarik ini bahkan memicu rasa penasaran seorang dosen ITB hingga ia datang langsung untuk melihat tempat berkumpul favorit mahasiswanya tersebut.

Hingga kini, Ibu Tatang yang telah berusia 83 tahun masih aktif mengelola kantin. Ia tetap teliti menghitung harga lauk pilihan pelanggan dengan bolpoin di tangannya.

Para pelanggan setia yang sudah makan di sini sejak masa kuliah sering sengaja mampir untuk bernostalgia. “Alumni dari Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua pasti menyempatkan ke sini jika sedang ada acara di ITB. Hari Sabtu dan Minggu biasanya paling ramai oleh alumni Unpad dan ITB yang ingin bernostalgia,” tambah Dani.

Meski di tengah gempuran era digital, Kantin Ibu Tatang tak pernah berpromosi di media sosial. Popularitasnya justru lahir secara organik dari unggahan para pelanggan yang puas dan merekomendasikannya secara daring di berbagai platform.

Para mahasiswa pun turut berperan dalam perkembangan kantin. Secara sukarela, mereka membantu pembuatan media sosial hingga memasang spanduk. Meski sempat mencoba layanan ojek daring, pihak kantin memilih tetap melayani pesanan secara manual demi menjaga kualitas layanan di tengah keterbatasan tenaga.

Kantin di Jalan Sekeloa Tengah ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB. Pelanggan disarankan datang lebih awal karena hidangan biasanya ludes pada pukul 14.00 WIB di hari kerja, atau bahkan pukul 12.00 WIB saat akhir pekan akibat ramainya kunjungan para alumni.