Fenomena Wolf Moon 3 Januari 2026: Jadwal, Dampak, Cara Lihat, dan Maknanya

Posted on

Awal Januari 2026 dibuka dengan fenomena langit yang menarik perhatian, yaitu Wolf Moon. Purnama pertama di tahun baru ini dikenal istimewa karena tampil lebih besar dan lebih terang dibanding bulan purnama biasa.

Wolf Moon Januari 2026 tidak hanya punya daya tarik visual. Waktunya berdekatan dengan fase perigee, sehingga memunculkan potensi dampak alam di wilayah pesisir, sekaligus menyimpan makna simbolik yang kuat dalam berbagai tradisi.

Agar tidak terlewat momen penting ini, simak jadwal kemunculannya, potensi dampaknya, serta waktu terbaik untuk mengamati Wolf Moon pada 3 Januari 2026, infoers!

Poin utamanya:

Berdasarkan keterangan dari Space dan Forbes, Wolf Moon akan mencapai fase purnama sempurna pada Sabtu, 3 Januari 2026 pukul 05.03 pagi waktu EST. Pada saat itu, bulan berada tepat berseberangan dengan Matahari dan seluruh sisi yang menghadap Bumi terlihat terang penuh.

Untuk wilayah Indonesia, data dari Time and Date menunjukkan fase bulan purnama terjadi pada 3 Januari 2026 mulai pukul 17.02 WIB. Meski berbeda zona waktu, secara visual bulan akan tampak penuh sejak Jumat malam (2/1/2026) sebelumnya hingga Sabtu 3 Januari malam.

Karena Wolf Moon kali ini bertepatan dengan perigee, atau titik terdekat bulan dengan Bumi, ia juga dikategorikan sebagai supermoon. Menurut catatan NASA, supermoon bisa terlihat hingga sekitar 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dibanding purnama terkecil dalam setahun. Ini menjadikan Wolf Moon 2026 sebagai supermoon terakhir dari rangkaian yang dimulai sejak Oktober 2025.

Fenomena Wolf Moon pada 3 Januari 2026 tidak hanya menghadirkan pemandangan langit yang menarik, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak di wilayah pesisir. Dampak ini terutama berkaitan dengan kondisi pasang air laut akibat kombinasi fase perigee dan bulan purnama.

Dari sisi astronomi, Wolf Moon Januari 2026 tergolong supermoon karena terjadi saat bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi. Kondisi ini membuat bulan tampak lebih besar dan lebih terang dibanding purnama biasa. Efek visual paling mencolok terlihat saat bulan terbit di ufuk timur pada sore hingga awal malam, ketika warnanya cenderung kekuningan akibat hamburan cahaya di atmosfer.

Selain itu, Wolf Moon menjadi bulan purnama pertama dari total 13 purnama yang terjadi sepanjang 2026. Karena posisinya yang tinggi di langit, bulan ini juga bertahan lebih lama di atas horizon, memberi waktu pengamatan yang lebih panjang bagi masyarakat.

BMKG dalam rilis resminya menyampaikan bahwa fase perigee pada 2 Januari 2026 yang disusul bulan purnama pada 3 Januari 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum. Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, kondisi ini dapat memicu banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah Indonesia.

Potensi rob ini secara umum dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pesisir dan pelabuhan, antara lain aktivitas bongkar muat, kegiatan di permukiman pesisir, serta sektor tambak garam dan perikanan darat.

Wilayah pesisir yang berpotensi terdampak meliputi:

BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode tersebut, terutama bagi yang tinggal atau beraktivitas di wilayah rawan pasang maksimum.

Meski berpotensi memicu rob, Wolf Moon tidak menimbulkan dampak ekstrem lain seperti gempa atau perubahan cuaca mendadak. Fenomena ini merupakan siklus alami bulanan yang dapat diprediksi, sehingga mitigasi risiko di wilayah pesisir dapat dilakukan lebih awal melalui informasi pasang surut dan peringatan resmi.

Cara terbaik menikmati Wolf Moon adalah dengan mengamati waktu bulan terbit pada sore hingga awal malam 3 Januari 2026. Dikutip dari Forbes dan Almanac, pengamatan sebaiknya dilakukan tak lama setelah matahari terbenam. Beberapa tips sederhana agar pengamatan lebih optimal antara lain:

Wolf Moon juga akan tampak berada di sekitar rasi Gemini, dengan planet Jupiter bersinar cukup dekat di langit malam. Namun, cahaya bulan yang sangat terang dapat mengurangi visibilitas objek langit redup lainnya.

Dalam tradisi spiritual pagan yang dicatat The Pagan Grimoire, Wolf Moon berkaitan erat dengan insting, ketahanan, dan keberlangsungan hidup. Gambaran serigala yang melolong di tengah musim dingin mencerminkan kemampuan untuk bertahan dalam keterbatasan, sekaligus mengandalkan naluri dan kebersamaan. Serigala tidak hidup sendiri, dan energi Wolf Moon mengingatkan pentingnya komunitas, perlindungan, serta ikatan emosional.

Pada 2026, Wolf Moon muncul dalam zodiak Cancer, yang memperkuat makna emosional dan intuitifnya. Cancer dikenal sebagai simbol rumah, rasa aman, dan perawatan diri. Oleh sebab itu, Wolf Moon tahun ini mendorong refleksi mendalam tentang hubungan personal, kondisi batin, serta fondasi hidup yang sedang dibangun. Ini menjadi waktu yang tepat untuk memperhatikan diri sendiri, keluarga, dan tujuan jangka panjang dengan lebih lembut namun tegas.

Energi spiritual yang dikaitkan dengan Wolf Moon meliputi:

Wolf Moon juga dipandang sebagai fase ketika niat yang ditanam pada bulan sebelumnya mulai bergerak. Bukan lagi sekadar merencanakan, tetapi mulai mengambil langkah awal secara sadar. Dalam konteks spiritual, ini adalah momen untuk menyelaraskan insting dengan tujuan, agar perjalanan sepanjang tahun bisa dijalani dengan lebih stabil dan penuh kesadaran.

Sudah siap menyaksikan fenomena Wolf Moon 3 Januari 2026, infoers? Jangan lewatkan jadwalnya ya!

Jadwal Fenomena Wolf Moon Januari 2026

Apa Dampak Fenomena Wolf Moon?

1. Dampak Visual dan Astronomis

2. Potensi Banjir Pesisir (Rob)

3. Tidak Menyebabkan Dampak Ekstrem Lain

Bagaimana Cara Lihat Wolf Moon 3 Januari 2026?

Apa Makna Spiritual dari Wolf Moon?