Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan kepada siswa Sekolah Rakyat dalam momen peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, hari ini, Senin (12/1/2026). Ia mengingatkan siswa Sekolah Rakyat untuk tidak minder.
“Sudah-sudah anak-anak, sekolah rakyat, murid-murid, anak-anakku. Jangan kau kecil hati, jangan kau malu orang tuamu hanya buruh atau hanya petani miskin atau hanya tukang pemulung,” kata Prabowo dalam siaran Live YouTube Kementerian Sosial.
Menurut Prabowo, pekerjaan pemulung atau buruh lebih mulia dibandingkan pekerja hebat yang korupsi. Ia lebih salut dengan pekerja yang mendapatkan uang dengan cara halal.
“Jangan kau malu. Mereka, mereka mulia, mereka kerja keras, halal, bekerja dengan keringat untuk muasa depanmu,” katanya.
Oleh karena itu, Prabowo mengajak siswa untuk terus memuliakan orang tua mereka. Seperti dengan sering mencium tangan mereka hingga sungkem.
“Hormati orang tuamu. Kalau perlu kau pulang, kau sungkem, kau cium kaki orang tuamu. Jangan pernah kau malu,” kata Prabowo.
Sebelumnya disampaikan oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bahwa sebanyak 60% siswa Sekolah Rakyat memiliki orang tua yang pekerjaannya buruh. Mereka bekerja sebagai pemulung, buruh tani, nelayan, tukang ojek, tukang rumput, kuli bangunan, dan sebagainya.
“Mereka umumnya berpenghasilan tidak tetap dan 67% berpenghasilan di bawah Rp1 juta per bulan,” kata Gus Ipul.
Rata-rata dari orang tua mereka atau sebanyak 65% harus menanggung biaya empat orang anggota keluarga. Orang tua mereka pun memiliki pendidikan rendah.
“Dua ratus sembilan puluh delapan siswa kita sebelumnya mengalami putus sekolah dan sebagian dari mereka bahkan sudah bekerja di usia yang sangat muda,” lanjut Gus Ipul.
Dengan adanya Sekolah Rakyat ini, siswa dari kalangan kurang mampu dapat menuntaskan sekolahnya. Hingga saat ini, telah diresmikan 166 Sekolah Rakyat.
Jumlah tersebut terdapat di 34 provinsi Indonesia. Adapun jumlah paling banyak ada di Jawa Timur.
Sekolah Rakyat tersebar di 35 titik yakni di Jawa 70 titik, Bali dan Nusa Tenggara tujuh titik, Kalimantan 13 titik, Sulawesi 28 titik, Maluku tujuh titik, dan Papua enam titik.
Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi didukung oleh Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Kementerian Pekerjaan Umum, dan PT Pos Indonesia







